0852-7203-7884
immdharmasraya@gmail.com
Dharmasraya, Sumatera Barat, INA. 27573
blog-img
17/05/2017

Kelahiran sang anak merah Muhammadiyah

ruzi rinaldi | Pendidikan

Kelahiran sang anak merah Muhammadiyah tidak selalu semulus jalan raya, faktanya dalam kelahiran nya sering kali mengalami dinamika-dinamika. Ada yang beranggapan lahirnya sang anak merah ditandai bubar nya anak hijau atau HMI. Padahal nyatanya Anak Merah terlahir sebagai keniscayaan dari tujuan Muhammadiyah itu sendiri. Beserta atas keinginan anggota-anggota nya.

Sang Anak Merah atau bisa disebut IMM ‘Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah’ merupakan organisasi otonomimm  Muhammadiyah. Yang bergerak pada tiga aspek yaitu kemasyarakatan, keagamaan, dan kemahasiswaan. IMM berdiri pada tanggal 14 Maret 1964. Banyak yang mempertanyakan dan meragukan atas kelahirannya. Pertanyaan yang selalu dilontarkan oleh organisasi lain terhadap IMM “Apakah kelahiran IMM akibat mau dibubarkannya HMI?” statement tersebut menandakan bahwa IMM adalah organisasi pengganti dari HMI padahal secara struktur dan ideologi sangatlah berbeda. Jika kita membaca kaki sejarah dengan saksama, kita dapat mengetahui realita sejarahnya seperti apa.

Di dalam artikel ini penulis ingin menjelaskan fakta yang terjadi mengenai sejarah kelahiran Sang Anak Merah atau IMM. Semula kita kembali melihat di tahun 1912 dimana kelahiran Muhammadiyah. Organisasi Muhammadiyah memiliki maksud dan tujuan yaitu Menjunjung Tinggi Agama Islam Sehingga Terwujudnya Masyarakat Islam yang Sebenar-Benarnya. Di dalam lingkup masyarakat Islam memiliki banyak sekali elemen atau kalangan, seperti kalangan bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda Pemudi, dan masih banyak lagi.

Semua kalangan tersebut merupakan sasaran dakwah Muhammadiyah. Sangat mustahil jika tujuan Muhammadiyah diusahakan hanya oleh Muhammadiyah itu sendiri. Maka dari itu Muhammadiyah membutuhkan wadah lain untuk mewujudkan maksud dan tujuan nya. Tidak heran Organisasi Muhammadiyah mempunyai banyak sekali organisasi otonom. Seperti HW, PM, IPM, NA, IMM, dan Tapak Suci. Masing-masing organisasi otonom tersebut mempunyai lahan dakwah nya sendiri.

Bagikan Ke:

Populer